Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2015

RAMUAN JAMU REVOLUSI DALAM PERSIAPAN EDISI REVISI

Akhirnya saya sebagai mahasiswa merasa berkewajiban untuk merapihkan kembali konsep gerakan mahasiswa reformis di tengah himpitan arus lacur terhadap ide-ide bathil.
Menanggung beban sebagai pemuda muslim, saya akan menulis sebuah konsep gerakan mahasiswa dengan meminta bantuan penuh pada kekayaan khazanah politik Islam yang penuh berkah. Konsep-konsep gerakan yang telah terarsip rapih dalam kurun waktu ratusan tahun dan telah dituangkan secara jujur oleh para ulama yang mulia, bersumber dari Al-Qur'an, Hadits, Ijma sahabat dan Qiyash qath'i.
Disadari sebagai kekuatan utama, peluang mahasiswa sebagai inisiator dan inspirasi perubahan masihlah relevan hingga kini. Namun sulitnya bagi mahasiswa muslim untuk mencerna kitab-kitab seputar gerakan Islam dikarenakan banyak godaan dari peradaban jahil ini sangat dirasakan betul oleh saya secara pribadi. Dan saya berkepentingan untuk meminta pertolongan hanya pada Allah saja. Insya Allah, jika memang tepat, maka hal itu telah jelas karen…

PENGANTIN DAN KAPITALISME

24 mei 2015 kemarin saya menikah. Jika saja soal kesiapan saya serahkan pada bagaimana kapitalisme memenuhi hajat hidupnya dan membuat standarisasi secara licik, maka dipastikan tidak akan pernah ada kata siap. 
Pernikahan yang dipropagandakan harus seperti putri dan pangeran yang baru salonan, dengan biaya resepsi berstyle 'rafi ahmad' cukuplah simpan hanya sampai kerongkongan, lalu muntahkan!. Pun dengan televisi yang bersuara manis, jangan dibiarkan mencuri akal untuk mencibir realita.
Ini akan disadari saat kita dibenamkan pada suatu kondisi tertekan antara halal-haram, berkomitmen-mempermainkan, keberanian-kepecundangan, tentang sejuput ketakutan mengarungi kehidupan, atau tragedi berlari dari arus mainstream dan mengharap ridho Allah, maka jika kita terus menolak hal ini, silahkan merana dan tertekanlah, pura-puralah baik-baik saja dan niscaya hidup akan sedikit mempercundangi dengan tawa sinis. 
Barangkali terlalu nanar saya membayangkan tentang jutaan bayi hasil aborsi at…

BERTANYA 20 MEI

Seruan aksi 20 mei mulai berpendar-pendar namun aromanya masih abstain; apakah akan memilih perubahan hakiki atau hanya memilih berteriak kecewa, mengutuk dan menggulingkan. Jujur saja, kita telah puas menolak menjadi udik, tapi manakala seruan itu masih tak berkonsep dan perubahan yang diinginkan masih grambyang apalah daya, kita harus menelan untuk lebih menjadi nista. Bertanya tentang 20 mei ibarat kita berjalan di tengan longsoran jurang dan mendapati ada seruan dari balita untuk melewati jalan tertentu. Kita tidak akan pernah bisa percaya kecuali balita tersebut mendapat wangsit semacam mukjizat. Tapi apa mungkin?