Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2015

Otak ko dibagi-bagi?

Oleh: Aab Elkarimi
Saya tidak hendak mengacak-ngacak batas intelektualitas tentang pembagian otak kanan dan otak kiri yang bahasannya sudah panjang dan tebal, tentu akan kalah telak dengan banyaknya disertasi, tesis, dan jutaan jurnal ilmiah yang sudah siap menampar. Saya hanya iseng saja ketika melihat banyak di beranda facebook tautan kuis tentang dominasi otak yang digunakan setiap orang yang menjawab pertanyaan. Ditambah juga dengan kerisihan kesumat saya pada seminar bisnis yang membedah otak untuk menggolongkan jenis aktifitas.
Rasa-rasanya dalam pembahasan otak ini kita mesti bicara lebih jujur dan mendasar, kita harus kembali meninjau secara prinsip dasar bahwa yang namanya otak adalah hanya salah satu alat dari keempat komponen yang bisa melahirkan pemikiran dan tindakan. Keempat komponen ini ialah (1) realitas, (2) Indra, (3) otak, (4) Informasi awal (ma’lumat tsabiqah) yang jika lengkap, inilah yang disebut akal yang outputnya adalah pemikiran, termasuk pemikiran mengenai pem…

Asu-isme, sebutan thoyyib bagi generasi muda teledor

Oleh: Aab Elkarimi
Dikarenakan adanya keteledoran yang meruncing, asu, sebagai satu kalimat sarkas dan sakral bagi masyarakat jawa, dalam laju perkembangannya bisa dijadikan kalimat yang halal lagi thoyyib untuk mewakili beberapa aktifitas yang terkategori begitu “kalelewiheun”. Hal ini disebabkan karena keruncingan ini telah mampu memudahkan ke-asu-an untuk melelang buana dan menusuk jutaan kepala anak muda, tak terkecuali mahasiswa.
Kata asu dalam terminologi semiotika bisa dikatakan sebagai bentuk signifikasi dari kenajisan tindakan, joroknya intelektualitas, dan berliurnya syahwat. Sebagai bentuk yang paling representatif-ideal, lebih jauhnya, asu mampu menakwilkan kabar dan berita tentang kemalangan nasib suatu kaum, terpuruknya suatu peradaban umat manusia, dan mandegnya pemikiran dalam kurun waktu yang panjang. Maka Asuisme sebagai suatu faham yang penuh dengan kenajisan harus segera kita pungkaskan pembahasannya, harus kita tolak perkembangannya, dan harus kita mampuskan asas ya…