Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2015

Membereskan Arena Tempur yang Memerah (Jambu)

Ada suatu ketidakrelaan yang coba saya bangun tentang kondisi saat ini yang mulai grambyang. Adalah tergesernya fokus utama dalam misi dasar manusia oleh hal-hal kecil yang terlalu dieksplorasi, sehingga muncul potensi yang membahayakan. Potensi bahaya yang lahir ini menariknya bukan karena hal-hal mengerikan yang melanggar hukum syara, melainkan hal-hal sunnah --tentu bernilai ibadah-- namun diperlakukan tidak tepat. Adalah menikah. Satu perbincangan yang tak pernah selesai dikalangan umat manusia, yang selalu ramai, sensitif, dan memiliki porsi tinggi, karena menyangkut potensi dasar manusia berupa naluri berseksual/melanjutkan keturunan (gharizah an-naw) yang tak mungkin dihilangkan.
Bertolak dari realitas, saat ini kondisi umat sedang koyak, banyak dibodohi dan berdarah-darah, semestinya pilihan yang diambil sebagai seorang muslim harus segera kita pungkaskan dalam pembahasan bahwa problematika ini berhujung pada tidak diterapkannya syariat Islam secara penuh. Dan pergolakan, perju…

MENOLAK MASUK DALAM PERMAIAN

--o0o-- Kalau saja diibaratkan kita masuk dalam suatu permainan gila antara hidup dan mati, maka akan saya ceritakan hal yang paling mengerikan. Taruhlah dalam suatu permainan leher kita dipasangi suatu alat, lalu kita diberi jatah waktu lima belas menit saja untuk membenarkan letak perut yang lapar dengan memakan beragam hidangan enak di meja, yang ketika kita tak mampu menyelesaikan target, maka alat yang terpasang di leher siap menekan, mencekik seiring berjalannya waktu. Maka apa guna kita melakukan hal yang lain yang tak penting? Toh ketika kita tak dapat menyelesaikan target kita dengan melahap semua hidangan, maka cekikan dengan pisau bundar disekeliling alat siap menebas leher kita. Namun pertanyaan yang sangat mendasar adalah mengapa kita masuk dalam permainan ini? Permaianan yang kalau ditafsirkan secara tekstual sangat tidak mungkin ada, namun jika dieksplorasi lebih dalam itulah sisi lain kehidupan ini. Hal yang saya bicarakan adalah hanya menganalogikan keadaan sebagian man…