Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2014

Antitesis kerja, kerja dan kerja

Sudah lama sekali manusia menghuni bumi. Setetes demi setetes butiran kehidupan terus menetes, membuat genangan, membuat danau, hingga samudra. Dan manusia terus tumbuh, berbudaya, berpolitik, beranak pinak, membentuk bangsa. Dari bentuk pakem kebangsaan manusia mulai mengatur dirinya, memosisikan siapa yang harus memimpin, siapa yang mesti dipimpin, termasuk siapa yang mesti membuat peraturan dan siapa yang mesti diatur dan dibereskan. Ini berjalan terlihat begitu wajar dalam rentang waktu yang cukup panjang.
Mau tidak mau, manusia yang tak paham asal usul akan ikut mengekor, membuntut ibarat itik, disiplin dan taat, patuh untuk dikata bermartabat, dan memasrahkan segalanya—termasuk nasib, mimpi, dan berkeyakinan— semua disesuaikan dengan kondisi yang ada. Fleksibilitas menjadi perlu, dan modernitas menjadi penting. Hingga pangkalnya kesadaran untuk ditempiling tidak lagi dianggap sinting, hanya sebagai cobaan kehidupan yang berbulir-bulir dan berliku itu.
Jika dipikir memang ini semua…

yang panas....

Rabaanku kemarin tidak terlalu benar, seharusnya aku pikir isu BBM adalah isu seksi, yang mampu bergejolak dan membuat pukulan telak bahwa presiden siapa pun itu dalam demokrasi tetaplah sama, kemudian semua rakyat menuntut rezim turun, menuntut sistem di ganti, dan akhirnya kapitalisme tumbang, diganti dengan Syariah Islam. Tapi ternyata hal itu tidak terlalu panas dan bergairah, mahasiswa yang (meski) hingga saat ini bakar-bakaran ban, adu pentungan, lempar-lemparan batu, hingga warga dengan banyak aliansi dan ormas juga turut mengisi jalanan, namun bagiku ini tetap tidak begitu panas, sangat kurang panas. Lalu apa yang saat ini panas? 
Perasaanku, pikiranku.
Kau tahu? Gejolak itu telah muncul!. Masuk ke dalam, lebih dalam lagi, bersarang dan mengafirmasi, melilit-lilit, menguntit, atau, ah apalah...!.
Ada seseorang yang ingin aku taklukan, itu saja. 
Dan akhir-akhir ini aku disibukkan dengan lamunan, ketakutan, dan apa saja tentang itu. 

Lalu soal panas? 
YA Kau jangan berisik, diam saja…

pandangan grambyang

Ada kemungkinan muncul 'clash' yang terus membesar dari dinaikkannya harga BBM, konflik ahok, dan kontroversi Jokowi di APEC kemarin.
Aku hanya bisa membayangkan jikalau hal ini terus ditutupi oleh media, nantinya keterkejutan masyarakat dengan kehancuran yang ada semakin menjadi-jadi, tak terkontrol, dan 'grambyang' mengambang.
Mahasiswa yang saat ini terus berkonsolidasi membentuk kekuatan untuk menumbangkan jokowi, tak ubahnya seorang singa yang terusik oleh lalat. Ini karena raungan-raungan dari mahasiswa yang mengerikan itu spontanitas muncul karena alasan sepele namun membuat shock banyak orang. Kemudian raungan yang dikerahkannya itu hanya sampai pada kondisi menakut-nakuti, membuat kengerian dan melabilkan kondisi yang ada.  Mengapa?
Aku hanya ingin mengetahui saja mengapa BEM UI dalam dua hari belakangan ini begitu responsif dan tergerak hanya karena BBM naik? Padahal kopiku yang belum habis ini tidak sebegitu membuatku panik seperti kemarin-kemarin. Mengapa …

TERKENDALIKANNYA MEDIA

Menilik pesatnya perkembangan teknologi, saya dalam diam hanya bisa mengenang. Pada masa internet masih jarang, televisi belum seberisik sekarang, dan portal berita hanya satu-dua, di situ terdapat ketenangan yang tentunya cukup berbeda dari sekarang.
Memang sulit bagi kita untuk kembali pada masa lalu, karena sejatinya hidup terus berjalan maju. Namun terkadang majunya hidup hanya termaknai sebagai suatu kewajaran, tidak perlu dipikirkan, dan menguap begitu saja beserta realitas yang tidak kita ketahui benar atau salahnya. Dari ketidakpedulian kita terhadap hidup, memancing kita untuk ikut arus, berenang bersama yang lewat, berkawan dengan apa saja. Kalau pun menepi untuk berpikir, di arus sungai ini kita malah tersangkut berbagai macam sampah, dari limbah rumah tangga, limbah pabrik, hingga tinja hewan dan manusia.
Namun dari ketidaksadaran ini hidup sejatinya dipenuhi tragedi yang banyak tidak kita ketahui. Teknologi yang kita tidak sadari ini telah melahirkan banyak varian rasa yang…

MEMBUYARNYA INFORMASI

Saya beberapa kali pernah bertemu kawan, tidak hanya satu-dua orang, yang sesumbar dan mengutuk pemberitaan di facebook yang sporadis dan awut-awutan. Banyak informasi yang tak dikehendaki namun selalu saja menggiurkan untuk diklik, muncul di beranda karena fanspage yang ia like entah berapa banyak. Alhasil, ketika membuka facebook banyak waktu yang terbuang karena godaan judul berita/informasi melambai-lambai mirip wanita penggoda yang menyingkap auratnya dengan berani, padahal informasi itu tidak penting. Pada awalnya hal ini tidak terlalu bermasalah sebelum ada gangguan yang sangat parah berupa iklan senonok di samping kanan facebook yang muncul tanpa diminta. Kalimat iklan provokatif yang menimbulkan penasaran dipajang mentereng yang cukup sulit diabaikan mata. “inilah 10 polwan cantik dan seksi sepanjang sejarah”, “bokong terbaik tahun 2014”, “wanita seksi ini memilih jadi pemulung” dan iklan-iklan lain yang sudah masuk kategori keblinger dan sinting.
Realitas inilah yang cukup me…