Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

CATATAN KAMPANYE DAN PAGELARAN KETOPRAK YANG BERTOPENG DIALOG KEBANGSAAN DI KAMPUS; REFLEKSI KEGILAAN DEMOKRASI DALAM LINGKUP KECIL

Pagi memang tak begitu panjang hari ini, hanya beberapa booklet tanpa penuturan yang diserahkan saat audiensi ke salah satu Lembaga kampus, itupun tanpa tanggapan karena semua lembaga kampus hari ini sedang sibuk menyambut para tokoh nasional yang datang ke kampus.
Tidak ada kata terindah selain kita terdiam dalam keramaian, kemudian menepi sebentar dan menangis karena kegilaan ini berlalu di depan kita dengan kemasan yang menggelikkan. Ya, acara pegelaran ketoprak dan karokean yang muncul di tengah kampus dengan topeng DIALOG KEBANGSAAN.
“Saya Abdul Qodir, Mahasiswa semester tiga, jurusan teknik sipil, Universitas negeri Semarang. Saya berbicara di sini mewakili teman-teman dari Gema Pembebasan Unnes, Sekaligus saya mewakili segenap rakyat Indonesia. Di balik acara yang megah ini, sungguh saya turut berduka cita atas hilangnya kedaulatan dan aset negeri, berupa migas, yang sampai saat ini masih didominasi swasta dan asing, juga saya turut berdukacita atas kado yang baru saja dikeluark…

Di negeri berideologi cinta

Belum genap satu abad merdeka, Indonesia tiba-tiba dalam bahaya. Tapi entah awalnya dari mana, banyak orang yang –dalam batinnya– berteriak minta tolong namun enggan untuk bicara dan menuntut hak-hak mereka. Mereka tidak setuju dengan kenaikkan harga-harga tapi mereka berdiam diri untuk tetap kelihatan calm dan bijaksana, hanya agar cocok, tidak terlihat keras dan radikal oleh parameter sebuah nilai yang diciptakan penuh kepalsuan. Rasa-rasanya kemunafikkan telah dianut menjadi sebuah faham yang menusuk tajam dalam kepala mereka. Sehingga untuk mengeluarkannya diperlukan bedah kepala. Tapi tak semudah itu, mereka juga tendensius dengan istilah pencucian otak, alhasil mereka tetap memelihara nilai-nilai ketradisionalan yang mereka anggap warisan dari nenek moyang,  padahal nyatanya adalah hasil skenario penuh dusta. Saya tidak pernah berpikir bahwa kondisi masyarakat saat ini akan membuat saya gelisah, galau berlebihan. Sebab keserbasalahan saya dalam mengambil tindakan ini akibat suatu…